Kesehatan

Tips Agar Badan Tinggi; Fakta, Mitos dan Faktor Pengaruh Tinggi Badan

Posted on in Kesehatan · Remaja · Tips

Setiap orang tentu ingin memiliki tinggi badan yang ideal. Tidak sedikit orang yang minder karena memiliki ukuran tinggi badan yang tidak seperti dia inginkan. Ya, memang faktor tinggi badan merupakan salah satu faktor pembangkit kepercayaan diri seseorang. Seorang laki-laki Indonesia yang memiliki tinggi badan 170 cm sudah cukup memadai, apalagi jika lebih tinggi lagi. sedangkan seorang wanita yang memiliki tinggi badan 165cm saja, sudah cukup membantu kepercayaan dirinya.

cara meninggikan badan, fakta, mitos tinggi badan,

Nah sebelum kita ketahui bagaimana cara meninggikan badan, ada baiknya kita ketahui dulu beberapa fakta maupun mitos salah berikut tentang tinggi badan manusia.

  1. Rata-rata tinggi badan Orang Asia cenderung lebih pendek dibanding Eropa, Afrika, dan Amerika.
  2. Jika mengikuti program orthopedi atau program peninggi badan akan bertambah tinggi. Salah besar.
  3. Dengan berolahraga renang dan bergelantungan dapat memanjangkan tulang sehingga berpengaruh pula terhadap tinggi badan. Ini juga salah.
  4. Orangtua pendek pasti anaknya juga pendek tidak sepenuhnya benar. Memang ada benarnya, namun masih banyak faktor lain yang menentukan, Memang ada istilah familial short stature, artinya perawakan orang tua akan berpengaruh pada perawakan anak. Jadi, prediksi tinggi anak saat dewasa bisa diukur dari tinggi orang tua. Inilah yang disebut dengan target potensi tinggi akhir. Rumusnya, pada anak laki-laki yaitu: (tinggi ibu + 13) + tinggi ayah, lalu hasilnya dibagi dua. Perolehan ini menunjukkan tinggi akhir anak. Angka yang didapat masih bisa bergeser ke bawah atau ke atas dengan kemungkinan plus-minus 8,5 cm. Kesimpulannya, memang sangat mungkin perawakan pendek orang tua akan menurun pada anaknya. Namun, tidak mesti demikian karena ada faktor lingkungan yang juga berpengaruh.
  5. Tinggi badan manusia sebagian besar dialami pada masa pubertas awal, untuk perempuan biasanya 9 – 18 tahun, sedangkan pada laki-laki usia 12 – 22 Tahun.
  6. Anak laki-laki secara genetik cenderung lebih tinggi dibanding perempuan.
  7. Anak laki-laki akan lebih cepat tinggi setelah dikhitan/disunat, ini mitos yang sama sekali tidak bisa dibuktikan dengan kedokteran modern.

Hal yang mempengaruhi tinggi badan

Setelah Anda mengetahui fakta dan mitos tentang tinggi badan di atas, di bawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi badan seseorang.

A. Faktor genetika / Keturunan

Faktor keturunan cukup menentukan tinggi badan seseorang. Orang tua yang memiliki tinggi badan ideal membuka potensi memiliki keturunan dengan tinggi tinggi badan yang ideal pula. Jadi, mungkin kalau bicara permasalahan faktor keturunan, memang akan sedikit sulit, tetapi apa salahnya berusaha, walaupun kedua  orang tua mempunyai basic tinggi badan yang kurang ideal, atau tidak tinggi, kita harus berusaha semaksimal mungkin dahulu.

B. Faktor Makanan / Gizi dan Nutrisi

Makanan yang mengandung Nutrisi dan Gizi yang tinggi berpengaruh pula terhadap ukuran tinggi badan seseorang.  Upayakan memakan dan minum-minuman yang bergizi yang menunjang pertumbuhan tulang seperti Kalsium (Ca), Vitamin D, Zat Besi, Seng (Zn)

C. Faktor Lingkungan dan Kegiatan Keseharian

Faktor lingkungan di sini adalah lingkungan keluarga seperti kasih sayang keluarga, upaya imunisasi dan kesehatan seseorang oleh orangtua. Selain itu kegiatan fisik seperti olahraga juga merupakan faktor peninggi badan, karena dengan berolahraga, metabolisme tubuh menjadi lancar dan aktif.

D. Faktor Hormonal

Hormon pertumbuhan berfungsi merangsang pertumbuhan tulang. Hormon tiroid dibutuhkan untuk dalam melancarkan proses metabolisme tubuh. Hormon seks, yang terdiri dari hormon estrogen, progesteron dan androgen, bertugas dalam proses pematangan seksual.

Setelah Anda mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi badan, berikut kegiatan olahraga dan tips yang dapat dilakukan untuk meninggikan badan;

1. Berolahraga seperti renang, lompat tali, basket dan bola Voli. secara rutin, minimal seminggu sekali. Sebaiknya dilakukan pada saat usia puber / remaja belasan

2. Stretching atau peregangan tulang tubuh,  gerakan meregangkan badan. Sehingga tulang-tulang punggung tertarik memanjang. Jika gerakan ini dilakukan secara rutin dan intensif maka dapat membantu merangsang penambahan panjang tulang-tulang punggung anda. Stretching bisa dilakukan dengan bergelantungan, tendangan,

3. Saat duduk pastikan dengan cara yang benar, jangan membungkuk.

4. Saat ini banyak obat-obatan peninggi badan, minumlah secara rutin obat-obatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *