Mancing Air Tawar

Umpan dan Tips Lengkap Mancing Nila Liar

Posted on in Mancing Air Tawar · Nila · Umpan Mancing

Mancing merupakan hobi untuk mengisi waktu luang misalnya dikala hari libur setelah penat dengan aktivitas kerja. Indonesia terkenal akan ragam berbagai spesies ikan baik di laut maupun di sungai atau rawa. Salah satu spesies ikan yang paling banyak ada di perairan darat adalah ikan nila.
Ikan nila sebenarnya berasal dari Afrika yang kemudian berkembang biak hingga ke seluruh pelosok nusantara. Nama ilmiah ikan nila adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.

Perkembangbiakan ikan nila ini lumayan bagus dan cepat jika dibandingkan dengan spesies ikan perairan darat lainnya. Karena itulah ikan nila banyak dikembangbiakkan oleh mereka baik tujuan komersil maupun untuk sekedar hobi memelihara ikan. Selain itu perawatan ikan nila ini juga tidak rumit seperti ikan-ikan yang dipelihara ditambak pada umumnya. Rasa juga tidak kalah enak dengan ikan lain juga menjadi faktor ikan nila menjadi favorit pemancing.

Bicara soal mancing ikan nila, sebenarnya ikan ini cukup mudah dipancing asal mengetahui teknik dan strateginya. Dalam arti, kita perlu mengetahui apa umpan, kondisi air, cuaca maupun jam makan  serta teknik mancing nila. Jika kita sudah mengetahui hal tersebut maka memancing nila merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan.

Bagi Anda yang ingin mengetahui apa dan bagaimana mancing nila agar mendapat hasil, mari kita simak bersama-sama hal-hal yang perlu diketahui tentang mancing nila.

Umpan yang bagus untuk memancing Nila

Hal yang pertama perlu diketahui adalah mengenai umpan yang cocok untuk mancing nila.

Ikan Nila sebagaimana diketahui bersama ada yang dibudidayakan di tambak atau kolam pemancingan namun adapula yang hidup liar di sungai, rawa, maupun danau/waduk. Nila yang dipelihara di kolam pemancingan tentu berbeda karakternya dengan nila yang hidup liar. Termasuk umpan pancingnya.

Ikan yang dipelihara di kolam dan terbiasa diberi pakan pelet, biasanya kalau dipancing ya bagusnya menggunakan pelet juga. Berbeda dengan ikan nila yang hidup liar.

Disini admin akan berbagi tips umpan yang bagus dan cocok untuk ikan nila yang hidup liar di sungai, rawa, danau. Ikan nila merupakan ikan pemakan segala atau omnivora baik umpan hidup maupun tumbuh-tumbuhan.

Umpan terbaik untuk mancing nila sebenarnya adalah lumut. Dan digunakan untuk mancing nila oleh kebanyakan pemancing. Mengapa, pada dasarnya jenis ikan seperti nila yang hidup liar cenderung makan lumut yang cukup mudah mereka dapatkan diperairan. Makanya tidak heran jika kita membersihkan ikan nila, maka dalam perutnya yang paling banyak adalah lumut.

Lumut yang bisa digunakan untuk umpan nila adalah lumut hijau yang tumbuh di genangan air, parit,  sawah, rawa maupun sungai. Ada juga yang menggunakan lumut yang tumbuh diperairan air asin atau tepi pantai. Baik itu yang kasar maupun halus sama saja. Lumut bisa dicari sendiri atau dibeli dan harganya cukup terjangkau.

lumut untuk umpan mancing nila

Kelemahan mancing nila memakai umpan lumut diantaranya adalah umpan cepat habis apalagi jika ikan nila yang kecil ataupun sepat siam ikut mengerubuti kail kita.  Selain itu jika kita memakai lumut sebagai umpan, maka kita wajib menggunakan kail rangkaian yang cukup sulit dibuat oleh seorang pemula. Jika kail rangkaian jelek, maka lumut akan mudah terlepas dari kail. Teknik memasang lumut pada kail juga tidak sembarangan. Jika pemancing tidak sabar, sulit memakai umpan lumut untuk memancing nila.

Selain lumut umpan alternatif lain yang mudah dicari adalah umpan cacing tanah. Nila  menyukai cacing tanah karena aroma atau bau tanah pada cacing tersebut. Selain itu geliat cacing tanah pada kail cukup menarik perhatian ikan nila. Saya sendiri jika memancing dengan target ikan nila selalu menggunakan cacing tanah sebagai, maklumlah kalau lumut agak susah mencarinya dan untuk mengawetkan lumut butuh perlakuan ekstra, artinya lumut mudah membusuk. Berbeda dengan cacing tanah yang bisa kita simpan dalam wadah, walau satu minggu masih hidup. Selain itu jika memakai umpan cacing, umpan akan awet, 1 ekor cacing ukuran 5-8cm bisa digunakan beberapa kali.

Umpan selanjutnya adalah anakan udang, selain lumut dan cacing tanah, nila juga menyukai anakan udang apalagi yang masih hidup/segar. Namun agak sulit mendapatkan anakan udang yang masih hidup untuk dijadikan umpan.

Selain umpan-umpan yang disebutkan diatas, masih ada beragam jenis umpan yang bisa dipakai untuk mancing nila, seperti pelet, jangkrik, kroto,  namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan, 3 jenis umpan lumut, cacing tanah dan anakan udang  merupakan yang terbaik untuk digunakan untuk mancing nila.

Kondisi air, jam mancing nila dan cuaca yang baik saat mancing nila.

Selain bicara soal umpan, untuk memancing nila kita perlu juga ketahui kondisi air, cuaca serta waktu terbaik untuk mancing nila.

Bagaimana kondisi air yang bagus untuk mancing nila? Ikan nila cenderung menyukai kondisi air yang agak keruh, jika airnya jernih, nila agak malu-malu untuk memakan umpan.
Maka dari itu sebagian pemancing yang berpengalaman biasanya akan mengeruhkan air di area sekitar titik pemancingan.

spot mancing nila

Waktu mancing nila. Tidak jauh berbeda dengan jenis ikan air tawar lainnya seperti gabus, nila juga memiliki waktu-waktu tertentu keagresifannya. Ada jam tertentu ikan nila khususnya yang berukuran besar untuk mau makan umpan kita.

Saya sendiri biasa mancing nila dipagi hari sampai jam 10an… selepas itu nila kurang agresif karena terik cahaya matahari. Kemudian di sore hari hingga menjelang maghrib merupakan jam yang bagus juga untuk memancing nila, karena saat itu cahaya matahari sudah mulai meredup.

Kalau Bicara soal cuaca maka tidak terlepas dari kondisi air dan waktu yang baik mancing nila. Berdasarkan pengalaman misalnya saat cuaca berawan nila cenderung lebih agresif dibanding bila terik matahari menyengat. Seandainya kita temui kondisi begini, air agak keruh dan cuaca bersahabat, maka ikan nila juga agresif tak peduli pada tengah hari.

hasil mancing nila besar besar
hasil mancing nila memakai umpan lumut

Jadi saat mancing nila kita perlu memperhatikan timing yang tepat dengan melihat pula kondisi kekeruhan air, cuaca serta jam makan ikan nila.

Tempat-tempat yang disukai ikan nila.

Seperti jenis ikan lainnya, ikan nila cenderung menyukai tempat yang ada pelindungnya dari terik panas matahari seperti ranting dan rerumputan. Di kedalaman air ikan nila menyukai tempat yang terdapat kayu-kayu dan ganggang air untuk tempat bersembunyi. Namun berbeda jika ikan nila akan bertelur maka nila akan membuat lubang di dasar air yang berlumpur untuk menaruh telur-telurnya.

Jadi ketika kita akan memancing nila perlu memperhatikan hal itu. Titik lemparan diusahakan dekat dengan rerumputan dan ranting tersebut.

Teknik mancing nila.

Memancing nila  tidak jauh berbeda cara yang digunakan mancing ikan seperti mancing ikan betok, wader, seluang dll. Kalau di daerah Jawa, teknik yang paling banyak digunakan adalah nyobok, yaitu mancing nila dengan berendam hingga ke tengah danau untuk mendapatkan titik spot pemancingan yang bagus. Dengan menggunakan teknik ini kita bisa mendapatkan ikan nila ukuran besar, mengingat jika di wilayah danau yang luas, ikan nila cenderung agak di tengah.

mancing nila teknik nyobok
nyobok

Joran, Kawat pancing dan Pelampung untuk mancing Nila

Selain hal-hal yang tersebut diatas, peancing juga perlu memperhatikan aspek teknis lain yakni piranti mancing seperti joran, kawat/hook yang pas serta pelampung yang digunakan untuk mancing nila.

Untuk mancing nila usahakan menggunakan joran ukuran 3,6 meter keatas. Semakin panjang tentunya semakin bagus agar jangkauan lemparan semakin jauh. Semakin panjang sensasi strike juga makin asyik. Piranti Joran yang bagus digunakan adalah joran tegek kolong, yakni tegek yang sudah terpasang ring serta reel tokos yang terbuat dari plastik. Tujuannya agar panjang senar yang diulur serta kedalaman senar bisa diatur sedemikian rupa.

joran tegek kolong untuk mancing nila
Tegek kolong untuk mancing nila

Kail pancing ikan nila

Seperti disebutkan diatas, jika kita menggunakan lumut sebagai umpan mancing nila, maka wajiblah kita membuat kail rangkaian. Pada umumnya kail rangkaian terbagi 2 jenis seperti gambar di bawah.

kail pancing rangkaian untuk umpan lumut mancing nila
kail rangkaian untuk mancing nila pakai lumut

Mana yang lebih bagus? Begini penjelasannya.

Rangkaian tipe A : 2 mata pacing dengan 2 line (senar )
Rangkaian tipe B : 2 mata pancing 1 line

Keunggulan keduanya apabila terjadi lumut pendek-pendek rangkaian dobel masih bisa digunakan untuk mengait lumut biar agak panjang dan tidak mudah rontok.

Kekurangan rangkaian yang tipe A kadang hanya 1 mata pancing yang masuk ke mulut ikan/ikut termakan  dan  kemungkinannya ikan lepas makin besar ,

Jika kita menggunakan kail rangkaian tipe B : jika di makan ikan besar kedua mata kail akan masuk ke mulut ikan  Kemungkinan ikan lepas semakin kecil . Jadi silakan pilih mana yang terbaik menurut Anda.

Untuk jenis/merk dan ukuran hook sendiri jika kita menggunakan kail rangkaian tipe B seperti gambar diatas maka sebaiknya ukuran agak kecil, misalnya nomor 8 s/d 10.
Namun jika menggunakan umpan cacing atau anakan udang gunakan kail ukuran nomor 12 s/d 14 sudah cukup ampuh. Kalau saya sih biasa menggunakan hook ukuran 13 merk carbon.

Jumlah kail dalam satu rangkaian baiknya antara 3 sampai 6 kail, semakin banyak tentu semakin bagus agar lumut dapat terlilit dengan baik dan tidak mudah lepas.

Bagaimana cara membuat kail rangkaian untuk mancing nila silakan sobat pemancing cari sendiri di youtube cukup banyak tutorialnya. Namun bisa saya berikan sedikit bocoran bahannya yakni, swivel, benang/senar PE, serta pegangan kail yang terbuat dari pegangan korek telinga.

kawat pancing nila

Untuk pelampung atau kambangan mancing nila gunakan pelampung yang berukuran panjang seperti gambar di atas, biasanya pelampung jenis seperti ini tahan terhadap goyangan gelombang.  Kala kata pemancing “kambangan anti badai, hehehe” Selain itu pelampung jenis seperti ini sangat sensitif terhadap gigitan/isapan mulut ikan nila, sedikit saja tenggelam menandakan lumut sudah disedot dan masuk ke mulut ikan. Merk yang biasa tersedia daido atau exori.

pelampung kembangan mancing nila
pelampung mancing ikan nila
pelampung yang bagus untuk mancing nila

Kambangan anti badai memilik Batang/ stick di atas pelampung yang panjang Bahkan panjangnya di atas 20cm. Fungsi stick yang panjang ini adalah pada saat terjadi badai/gelombang air akan dibelah dengan stick ini sehingga kambangan tetap tenang tidak ikut terbawa gelombang air karena posisi pelampung lebih dalam sehingga umpan lumut tetap melekat pada kail. Sehingga dapat dimakan ikan. Sedangkan kambangan biasa posisinya cenderung di atas bahkan dipermukaan air sehingga pada saat terjadi badai gelombang air akan mengombang ambingkan Pelampung akibatnya senar dibawah kambangan tertarik-tarik sehingga lumut akan mudah pudar.bahkan gelombang air yang kecil pun dapat mengganggu kambangan.Saran gunakan kambangan yang memiliki bentuk stick yang kecil jangan menggunakan kambangan yang memiliki tempat untuk Starlight/lampu fospor (Exori ,Daido) karena akan mudah terombang ambing gelombang air.bila terjadi badai.sehingga umpan lumut akan mudah pudar.

Demikian artikel yang  Don Julak buat seputar trik dan tips mancing ikan nila liar. Bagi yang punya pengalaman lain bisa berkomentar di bawah ya… Ayo mancing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *